Hari Ke-34 PKL: Tebak-tebakan

Hari ini tepatnya tanggal 20.02.2020, keren, dua kosong kosong dua dua kosong dua kosong. Coba saja ada bulan ke-20, pasti tambah bagus. 20.20.2020. wkwk :v…
Hari ini adalah hari ke-34 saya PKL di Excellent. Saya berangkat dari rumah sekitar jam 7.15 dan sampai di kantor sekitar jam 7.40. Di sepanjang jalan biasa-biasa saja, tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Hampir setiap hari sama saja pemandangannya, suasananya, dan juga kelakuan pengendaranya. Paling hanya cuacanya yang berbeda-beda. Kadang panas, kadang mendung, kadang gerimis, kadang hujan. Gerimis atau hujanlah yang paling membuat malas untuk bangun, rasanya seperti kasur itu sangat hangat dan nyaman sekali.
Ketika mau sampai di kantor, pas mau belok ke ruko saya bertemu mbak Ami yang juga akan belok ke ruko. Mbak Ami bawa motor sendiri, tidak tahu rumahnya dimana, tapi kelihatannya jauh.
Suasana di depan tidak begitu rapi menurut saya, motor karyawan yang tidak tertata, dan ditambah lagi material ruko sebelah yang sangat banyak karena lagi dibangun. Membuat pandangan jadi tidak terlalu enak.
Begitu masuk sudah ada mbak Indah, mbak Alifa dan mbak Ami yang juga baru masuk. Seperti biasa saya langsung ke dalam, meletakkan tas dan melepaskan jaket. Jaket saya agak basah karena tadi di perjalanan sempat gerimis yang lumayan, tapi tidak sampai hujan. Sebenarnya saya bawa jas hujan, tapi malas saja kalau harus berhenti dulu untuk memakainya, dan juga tidak ada jaminan kalau tidak akan basah.
Sebenarnya saya ingin meletakkannya di luar, tapi mengingat ruko sebelah yang sedang dibangun, saya tidak mau meletakkannya di luar. Saya hanya meletakkan jaket itu diatas tas saya, merentangkannya berharap agar tidak bau saja.
Setelah itu saya kebelakang untuk cuci muka, saya berpapasan dengan mang Gun, dia menanyakan Bayu sedang dimana. Saya hanya menjawab jika bayu sedang ke depan untuk membeli roti. Saya disuruh mang Gun untuk memindahkan gelas yang ada di damping wastafel ke laci gelas yang ada di bawah. Dan saya juga disuruh untuk membuang sampah yang ada di tempat sampah dalam. Tugas biasa, tidak terlalu lama untuk melakukannya.
Setelah selesai saya langsung membuka laptop saya. Pertama saya mencoba untuk menghidupkannya, saya baru ingat kalau kemarin saya hanya menutup laptop itu, tidak mematikannya. Jadi ketika saya hidupkan hanya blackscreen yang ada, alias stuck pada saat boot. Saya akhirnya mematikan dan menyalakan lagi laptop itu. Akhirnya menyala juga,
Saya langsung mengecek semua, mulai dar email hingga blog. Akhir-akhir ini pak boss jarang mengkoreksi laporan atau blog saya, tanpa koreksi pun dia biasanya membalas email dengan ucapan terima kasih biasanya. Hari ini pun sama, tidak ada email dari pak boss, di komentar dan di telegram juga sama, tidak ada apa-apa. Mungkin pak boss lagi sibuk, jadi ya sudah saya biarkan saja.
Kemudian setelah itu saya membaca beberapa artikel di feedly, mulai dari artikelnya disway.id dan juga beberapa artikel milik karyawan Excellent.
Saya kira cukup untuk membaca artikelnya, saya langsung melanjutkan menulis project saya. BAB 3 sudah selesai hari ini, dan saya sudah sampai ke BAB 4. BAB 3 cukup singkat, jadi cukup cepat untuk mengerjakannya. Lanjut ke BAB 4 membahas tentang playbook, materi yang cukup banyak, dan mungkin juga akan sulit untuk mengerjakannya.
Sekitar jam setengah sebelas saya mulai agak capek dan bosan ketika menulis. Saya mencoba untuk melakukan sarannya mas Ridwan, membaca atau melihat sesuatu yang membikin tidak bosan lagi. Saya pun menulis sambil memutar video di youtube, agar tidak terlalu jenuh.
Jam menunjukkan kalau waktunya untuk istirahat, saya menutup laptop saya dan beristirahat sebentar sebelum pergi untuk mencari makan siang. Hari ini sepertinya enak kalau makan mie, tapi saya sudah berencana untuk mengurangi makan mie. Makan bakso sudah terlalu sering, tapi pengen. Tapi juga saat itu kepikiran ingin makan ayam goreng yang biasa dibeli oleh tim yang lain. 
Akhirnya saya hanya makan di warteg, sangat jauh berbeda dengan apa yang saya inginkan tadi, tapi karena saking bingungnya, saya malah mengambil keputusan untuk ke warteg saja. Di warteg juga ada ayam sih, cuma yaaa beda saja rasanya.
Selesai makan saya kembali ke kantor, tempat saya dipakai tidur sama mas Dhenandi. Jadi saya duduk di kursi berbentuk silinder yang biasa dipakai mas Raihan. Saat itu masih ada sekitar 30 menit sampai waktu istirahat selesai, saya bingung mau apa, mau tiduran sudah tidak ada tempat. Jadi saya hanya duduk di bangku itu sambil bermain game.
Setelah selesai istirahat saya mengecek telegram, biasanya suka ada telegram dari mbak Ami yang memberikan tugas. Ternyata setelah saya cek tidak ada telegram dari siapapun. Karena tidak ada tugas, saya melanjutkan tulisan saya tadi. 
Ketika saya sedang menulis, dan juga agak sedikit mulai mulai menguap. Ada telegram dari mbak Ami, saya disuruh untuk menempelkan materai. Segera saya kerjakan tugas itu, agar ngantuk tadi tidak berlanjut lagi ke level selanjutnya.
Setelah selesai menempelkan materai, saya disuruh untuk menyerahkan dokumen itu ke mas Afandi. mas Afandi hari ini ada di atas, tidak tahu kenapa, tapi biasanya dia duduk di bawah disampingnya mas Andes.
Setelah tugas itu selesai saya langsung menyimpan progres dari project saya dan segera menulis artikel untuk hari ini. Karena saat itu sudah jam 2 sore. 
Ketika saya sedang menulis, mas Ahmad tiba-tiba pindah ke samping saya. Saat itu saya masih ada di kursi yang saya duduki tadi. Mas Ahmad memberikan tebak-tebakan kepada saya. Soalnya “misalkan mas Rizki bangun jam 4 dan mas Dhenandi bangun jam 6, mana yang paling rajin?”. Ketika itu semua karyawan memperhatikan, saya menjawab mas Rizki, alasannya karena bangun lebih pagi pasti lebih rajin. Tapi ternyata jawaban saya salah, jawaban yang benar mas Dhenandi, karena dia bangun jam lebih banyak dari mas Rizki. Yaaa, saya mengerti maksudnya saat dijawab begitu oleh mas Ahmad. Saya jawab sekarang ya, karena tadi saya belum kepikiran. 
“Bangun sama membangun itu beda mass menurut saya, kalau bangun itu yang awalnya keadaannya tertidur jadi tegak, jika itu suatu benda. Nah kalau membangun baru benar, membangun jam, yang sama saja berarti membuat jam”
Saya hanya melanjutkan menulis pada saat itu, belum kepikiran ingin menjawab lebih jauh lagi.
Selesai sudah akhirnya artikel harian saya, saya langsung membuat laporan untuk hari ini untuk dikirimkan ke pak boss.
Setelah semuanya selesai, saya langsung beres-beres dan langsung berpamitan kepada seluruh tim untuk pulang.

4 comments

  1. "Tapi ternyata jawaban saya salah, jawaban yang benar mas Dhenandi, karen mas dia bangun jam lebih banyak dari mas Rizki." Min gagal paham aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *