Hari ke-33 PKL: Awas Ada Tangga!

Hari ini Rabu, 19 Februari 2020 merupakan hari ke-33 PKL saya di PT Excellent. Hari ini saya berangkat terlambat 15 menit dari biasanya, berangkat jam 7.15, sebenarnya jam 7 sudah mau berangkat, tapi bingung mencari kunci motor dimana, dan yaa alhasil berangkat jam sekian itu. Tapi untungnya tidak sampai terlambat sampai di kantor, sampai di kantor sekitar jam 7.40. 
Begitu datang sudah ada banyak motor di depan, yang berarti pasti juga sudah banyak karyawan yang datang. Masuk di dalam suasana seperti biasa, sudah ada mbak Indah dan juga mbak Ami yang duduk di bagian lobby. Di dalam sudah ada mas Raihan yang sedang mendengarkan musik sambil sedikit-sedikit bernyanyi dan juga ada mas Chairul yang sedang memegang HP.
Saya langsung menaruh tas ke tempat duduk saya dan juga mencopot jaket. Kemudian saya kebelakang untuk cuci muka, bukan menggunakan air kolam lo ya, tapi menggunakan air kran yang ada di belakang. Rasanya sangat segar ketika habis cuci muka. Mengambil beberapa tisu untuk mengelap muka dan tangan, dan setelah itu membuang sampah yang ada di dalam kantor. Singkatnya rutinitas ketika baru sampai di kantor.
Setelah melakukan itu semua saya langsung membuka laptop saya, dan mulai menggunakannya. Saat itu kondisi laptop dalam keadaan sleep, karena tadi malam saya langsung menutupnya tanpa mematikannya. Aplikasi yang saya buka pun masih aktif semua.
Pertama saya membaca artikel di feedly, hanya satu artikel yang saya baca, artikel terbarunya disway.id. Ilham Indosat. Membacanya saya agak sedikit speechless karena uang 500jt yang lenyap begitu saja hanya gara-gara kartu perdana Indosat. Saya hanya membaca satu artikel karena sudah tidak sabar ingin segera melanjutkan praktek yang kemarin, semakin sulit soalnya semakin penasaran juga jadinya, dan ada sensasi tersendiri ketika berhasil menyelesaikan masalah itu.
Kedua saya mulai menyalakan VM dari laptop saya, dan ketika mencoba ingin mengakses server VM tidak bisa. Ya terpaksa saya hanya menggunakan VM yang ada di laptop saya, hanya dua VM, mungkin bisa sampai 4 VM, tapi laptop pasti tidak akan bisa untuk membuka aplikasi yang lain. Ketika sudah menyala saya langsung melanjutkan pembuatan Inventory yang gagal kemarin. Tapi ketika saya play Inventory saya yang kemarin ternyata berhasil. Lahhh kok bisa. Padahal terakhir kali saya coba kemarin tulisannya berwarna ungu, yang berarti gagal. Tapi ketika saya coba saat itu berhasil, ya ada yang gagal, tapi itu dari VM yang ada di server VM yang saat dalam kondisi mati, jadi wajar. Ternyata utak-atik kemarin berhasil ternyata. Hmmm, ya sudah langsung saja saya menulis apa yang sudah berhasil tersebut, sudah dua hari tulisan saya stuck gara-gara persoalan itu. 
Ketiga saya membuka file project saya, saya baru ingat kalau kemarin belum saya update ke repository github, jadi ya mungkin pak boss tidak mengetahui perubahannya. Saya update hari ini pun juga percuma sepertinya. Jadi saya lanjutkan saja menulis project tersebut. Akhirnya penulisan BAB 2 selesai juga. Langsung saja saya lanjut ke BAB 3 tentang YAML. Di Ansible Docs tidak membahas soal ini, jadi saya hanya bergantung kepada video tutorial dari udemy. 
Cukup lama rasanya saya menulis, tiba-tiba mas Afandi memanggil saya, saya disuruh untuk membuka engsel lemari yang rusak. Dan disuruh untuk memperbaikinya, masalahnya adalah lubang baut di pintu lemari tersebut sudah terlalu besar, jadi sudah tidak bisa jika dipasangi engsel. Pekerjaan itu pun tidak selesai akhirnya. Kata mas Afandi nunggu membeli baut baru dulu, yang lebih besar. Posisi lemari itu tepat persis berada di bawah tangga. Dan ketika saya mau berdiri saya lupa kalau diatas saya ada tangganya. DUKK!. Suara itu muncul ketika saya berdiri. Terdiam sebentar dan kemudian langsung kembali ke tempat duduk saya. Rasanya sih tidak terlalu sakit, hanya sedikit pusing saja. Saya hanya duduk sebentar sampai pusingnya sedikit hilang. Dan kemudian melanjutkan tulisan saya.
Kurang lebih jam sebelas saya disuruh mbak Ami untuk memfoto dokumen, agak banyak dokumennya, ada 55 lembar. Cukup cepat mengerjakannya karena tinggal memfoto, tidak harus mencocokkan. Selesai saya langsung kembali ke tempat saya dan melanjutkan menulis.
Ketika sedang menulis, sekitar jam setengah sebelas datang panggilan alam untuk saya. Saya berusaha untuk menahannya tapi tidak bisa. Akhirnya saya ke toilet dulu untuk memenuhi panggilan itu.
Setelah saya selesai, sudah hampir waktunya untuk istirahat. Saya hanya menunggu istirahat sambil mengecek HP saya. 
Waktu istirahat sudah tiba, saya langsung naik ke atas untuk mengambil nasi, saya bawa bekal lauk sendiri dari rumah. Semua tim yang ada di bawah juga sedang makan di bawah, jadi malah kayak makan bersama. 
Selesai makan saya hanya duduk-duduk sambil bermain HP, dan sesekali tiduran. Capek juga rasanya kalau duduk seharian. Saat itu juga sedikit mengantuk, tapi tidak terlalu. Selesai istirahat saya langsung melanjutkan pekerjaan saya tadi. 
Sekitar jam setengah tiga saya disuruh mbak Ami lagi untuk menggunting dan menempelkan alamat. Pekerjaan juga cukup cepat, saya sudah mulai terbiasa dengan ini, tapi juga masih berhati-hati dengan cutternya. Tugas selesai, saya kembali ke tempat duduk saya. Melihat jam sudah menunjukkan akan jam 3 sore, saya langsung menyimpan semua tulisan saya tadi dan melanjutkan untuk menulis artikel harian di blog. 
Sedang menulis saya disebut di group all, saya di suruh keatas. Saya kira ada apa, ternyata saya disuruh untuk mengambil dokumen yang sudah ditandatangani pak boss saja dan memberikannya ke mbak Ami. Setelah tugas itu selesai, saya melanjutkan menulis artikel harian saya yang baru setengah jadi. 
Sudah selesai menulis, saya langsung menulis laporan saya untuk hari ini ke pak boss Vavai. Setelah selesai semua saya langsung beres-beres, persiapan untuk pulang dan langsung berpamitan kepada seluruh tim untuk segera pulang

8 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *