Hari Ke-11 PKL: Cuci Muka Dengan Air Kolam?

Hari Senin, 20 Januari 2020 merupakan hari ke-11 saya PKL di Excellent. Pagi ini saya berangkat dari rumah jam 6.45. Yang ada di pikiran saya pada saat dalam perjalanan “lahh kok gak macet”. Biasanya kalau hari Senin selalu ramai dan macet. Sampai-sampai hari ini saya sudah bersiap untuk menghadapi macet dari rumah. Untuk membiasakan diri dengan lalu lintas di Jakarta memang sangat sulit bagi saya yang biasanya di kampung hanya ada satu dua yang bawa motor.

Sampai di kantor seperti biasa sudah ada bang Gun yang sedang bersih-bersih. Saya langsung saja menunggu di lobby depan. Jujur saya belum tahu tujuan saya menunggu di depan untuk apa. Sambil menunggu saya membuka laptop dan mengecek email dan blog. Tidak seperti kemarin, kali ini baterai laptop saya full, hhee. 

Di blog ada satu komentar dari pak boss, hmmm. Setelah saya buka ternyata isinya begini   “Pengalaman soal naik lift-nya lucu, tapi posting blog ini sudah bagus. Sudah bersifat story telling. Keren.”. Pengalaman naik lift memang luar biyasahh. Saya pun membalas komentar boss  dengan ucapan terima kasih. Komentar tersebut memberikan semangat saya untuk menulis dengan lebih baik lagi. Tapii… ada sesuatu yang mengganjal di perasaan saya. Mungkin hanya perasaan saya saja.

Setelah mbak Rahmi datang saya langsung kebelakang dan duduk. Mas Andes bilang ingin bertukar tempat duduk dengan saya karena dia belum begitu sembuh dari demamnya. Jadi hari ini  saya duduk di tempatnya mas Andes yang berada disampingnya mas Afandi dan tepat dibawah AC, ini yang membuat mas Andes bertukar tempat. Saya memang sangat tidak tahan dengan panas, jadi bisa duduk dekat AC adalah suatu anugerah, hehe. 

Hari ini saya berencana lagi, untuk mempraktekkan dan memperdalam pengetahuan tentang Ansible Module. Karena belum ada instruksi dari mas Ridwan maupun boss. Saya langsung saja memulai pembelajarannya. Saat sedang belajar saya disuruh untuk membeli aqua botol, mau ada tamu katanya.

Tak lama kemudian pak boss datang, dan wajahnya penuh keringat, habis ngapain boss, dalam hati saya. Setelah boss istirahat sebentar dia langsung memberikan briefing kepada seluruh tim yang ada. Saya hanya mendengarkan sambil mencoba memahami briefing dari pak boss. Saya sangat kagum dengan cara penjelasan pak boss, sangat enak didengar dan mendetail, jadi mudah untuk dipahami. Tapi ada juga yang sulit dipahami sih. 

Saya jadi teringat dengan kepala sekolah saya, pak Bambang. Sama persis seperti itu, pada saat memberikan pengarahan pak Bambang sangat enak didengar dan mendetail, serta jika pak Bambang memimpin suatu pekerjaan, dia melakukannya dengan sangat baik dan harus cepat kalau disuruh sama pak Bambang. Kepala sekolah yang sangat hebat dan sangat memotivasi menurut saya. Tapi jika dia sudah marah atau semacamnya, perkataanya sangat nge-jleb ke hati, hehe. Tapi selama perkataan itu saran, saya tidak keberatan untuk menerimanya, apalagi saran dari seseorang yang saya kagumi.

Kembali ke laptop. Setelah selesai memberikan briefing, pak boss langsung menuju keatas. Saya langsung melanjutkan belajar dan tak lama kemudian saya dipanggil keatas, akan ada briefiing dari pak boss katanya. Dalam briefing tersebut pak boss memberika beberapa saran terhadap tulisan saya, sarannya yaitu menambahkan foto agar lebih menarik, dan masih banyak lagi. Dan juga kembali menegaskan bahwa pak boss tidak suka kalau tulisan banyak yang typo dan terlalu berbelit-belit. Karena dapat mengganggu kenyamanan membaca katanya.

Setelah itu pak boss membahas tentang Outline lagi, memang benar-benar ini materi. Pak boss menjelaskan bahwa pak boss tidak minta saya untuk menjelaskan Outline untuk orang lain. Yang pak boss minta adalah materi ini seperti dijelaskan atau diceritakan untuk diri sendiri. Saya mulai sedikit paham sekarang, apalagi diberikan contoh oleh pak boss. 

Selain itu pak boss juga memberikan pengarahan yang lain. Saya pun juga sempat dimarahi karena terlihat mengantuk dan diperingatkan boss kalau sampai terlihat mengantuk lagi saya disuruh untuk cuci muka menggunakan air kolam yang ada di belakang kantor tepatnya di bawah gazebo. Sekarang malah sangat mirip pak Bambang, yang tadinya cuma mirip, hehe. 

Setelah briefing dari pak boss selesai, saya langsung membuat kembali artikel tentang Outline. Membuat lagi, karena saya tidak mau terikat lagi dengan artikel yang gagal kemarin. Saya membuatnya sampai sekitar jam 2, dan belum selesai sepenuhnya saya disuruh untuk membungkus pesanan buku oleh mas Andes, langsung saja saya melakukannya. Setelah selesai, dilanjut dengan tugas dari mbak Rahmi. Saya disuruh untuk memfoto dokumen, dokumen apa saya tidak tahu karena saya tidak membacanya, sepertinya sih mengenai keuangan. Ada banyak dokumen yang harus difoto. Saya selesai mengerjakan tugas dari mbak Rahmi sekitar jam 3.30. Setelah selesai saya segera shalat dan langsung meneruskan membuat artikel Outline tadi. 

Sekitar jam 4 saya sudah selesai membuat artikel Outlinenya. Terlalu lama dalam pembuatan artikel mengenai Outline ditambah dengan tugas dari mas Andes dan mbak Rahmi membuat saya belum sempat membuat artikel harian saya. Saya langung meminta izin kepada mas Ridwan untuk mengerjakan artikel harian dan laporan dirumah saja. Saya diperbolehkan mengerjakannya dirumah, begitu jam sudah menunjukkan waktunya untuk pulang saya segera beres-beres dan segera pulang.

Setelah sampai di rumah saya istirahat sebentar, tidak tahu kenapa tapi punggung saya kadang-kadang terasa sakit. Setelah istirahat saya langsung membuat artikel harian saya. Masalah baru pun muncul. Anak mas Wahyu, kakak saya, rewel dan menjadikan saya tidak fokus untuk mengerjakannya. Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul jam 7.30 dan saya belum selesai membuatnya. Padahal saya sudah dipesan agar jangan telalu malam untuk mengirimkan laporannya. 

Sekitar jam 8 selesai semua, saya langsung saja mengirimkan laporan hari ini kepada pak boss. 

Semoga saja kali ini berhasil tentang artikel Outlinenya. 

2 comments

  1. lapor min paragraf 8 "Dalam briefing tersebut pak boss memberika beberapa saran terhadap tulisan saya" typo min silakan di cek di memberika?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *