Hari Ke-20 PKL: Itadakimasu

Hasil gambar untuk itadakimasu"
Hari ini Jum’at, 31 Januari 2020 merupakan hari ke 20 saya PKL di PT Excellent. Seperti biasa saya berangkat dari rumah jam 7 dan sampai di kantor jam setengah 8 kurang lebih. Seperti biasa juga di sepanjang perjalanan lalu lintas padat, ramai lancar, dan membuat pengendara emosional :D.
Di kantor juga seperti biasa, begitu datang saya langsung duduk didepan sampai mbak Rahmi datang. Setelah datang mbak Rahmi datang saya kebelakang dan duduk di tempat saya dan langsung mengecek semuanya. Di group all Excellent mas Ahmad mengkoreksi ada yang typo dari blog saya kemarin, yaitu judulnya. Kesalahan yang cukup fatal, karena yang typo adalah judulnya. Seharusnya judul harus baik dan tidak boleh ada kesalahan. Langsung saja saya perbaiki kesalahan itu sambil meminta maaf karena kesalahan saya itu.
Saya terus melanjutkan materi pembelajaran saya. Kali ini tentang Roles. Setelah saya baca-baca tentang Roles, saya mengerti fungsi dari fitur ini, yaitu untuk mempermudah penulisan script didalam playbook. Penulisan playbook kalau cuma untuk test koneksi atau hanya untuk memerintahkan target untuk mengeluarkan kata tertentu saja. Hal ini sangat jauh berbeda ketika akan menggunakan Ansible itu untuk mengkonfigurasi suatu service, misalkan saja untuk mengkonfigurasi Apache2.
Untuk mengkonfigurasi Apache2 sesuai keinginan kita kan harus membuka file di /etc/apache2/sites-available untuk menambah atau mengatur site. Ke direktori /var/www/ untuk mengatur file htmlnya. dan masih banyak lagi. Kalau ditulis dalam satu playbook pasti akan sangat panjang scriptnya. Dengan Roles playbook tersebut dapat dipisahkan antara tasks, default dan meta. Kira-kira seperti ini bentuknya,
roles/
        webserver/
                     tasks/
                     default/
                      meta/ 

Roles ditempatkan di dalam folder yang sama dengan playbook agar bisa terdeteksi oleh playbooknya. Nah seperti yang sudah saya jelaskan bahwa Roles berguna untuk untuk mempermudah penulisan playbook untuk mengkonfigurasi suatu service. Lebih tepatnya untuk memisahkan tasks atau variable yang biasanya ada di dalam playbook itu ke folder yang berbeda agar lebih mudah untuk mengaturnya. Tapi ya tetap saja script yang di tulis juga banyak.
Ada website resmi dari ansible, yaitu Ansible Galaxy yang bisa dibilang sebagai gudangnya Roles yang dibuat oleh pengguna Ansible dan ingin membagikannya kepada orang lain. Bisa dibilang sebagai templatenya Ansible Roles untuk konfigurasi suatu service. Saya pun mencoba untuk mendownload salah satu Roles dan ingin mempelajarinya. Tapi malah saya sendiri yang dibuat bingung.
Sangat sulit untuk memahaminya. Sampai tak terasa sudah waktunya untuk shalat Jum’at. Segera saya menuju masjid untuk shalat Jum’at.
Setelah shalat Jum’at, seperti biasanya, waktunya untuk makan-makan. Kali ini menunya disuruh memilih antara nila bakar/goreng atau ayam bakar/goreng. Saya memilih ayam bakar. Pak boss tidak ikut makan, tidak tahu dia sedang diet or something, tapi mungkin sudah direncanakannya.
Ketika pak boss membuka acara makan-makan saya sudah berperasaan kalau saya akan disuruh untuk memimpin do’a. Dan benar saja, ketika akan makan saya disuruh untuk memimpin do’a. Untung saja saya sudah mempersiapkan kata-kata ketika saya sudah merasakan akan disuruh tadi, jadi saya tidak terlalu glagepan seperti 3 minggu yang lalu. Memang saya kalau diberikan pertanyaan secara mendadak, dan secara mendadak juga pikiran saya blank.
Siksaan tidak berhenti disitu. Selesai berdo’a saya disuruh untuk mengatakan apa yang biasa dikatakan mas Chairul ketika mau makan, yaitu itadakimasu. Saya tahu kalau itu adalah bahasa jepang, karena saya juga sering nonton anime jepang, terserah kalau mau bilang saya ini wibu atau apa lah itu, saya tidak peduli :p.
Memang saya sudah sering mendengar kata itu, tapi kalau mengucapkan jarang, tidak pernah malah. Dan benar saja ketika saya mengatakan kalimat itu, kata boss sangat kaku. Ya itu memang pertama kali saya mengatakan kalimat bahasa jepang itu.
Selesai makan saya ingin membuat artikel tutorial tentang Ansible Roles. Tapi ketika menulis pikiran saya kemana-mana, tidak tahu mau menulis apa. Keadaan itu sampai kurang lebih jam 3 dan saya belum juga mendapatkan ide untuk menulis.
Kemudian mbak Ami minta tolong untuk memfoto dokumen seperti biasa. Saya pun langsung kedepan dan melakukan apa yang disuruh mbak Ami. Selesai sekitar jam setengah 4. Dan di saat itulah saya merasakan kantuk yang amat sangat menyiksa dan luar biasa. Padahal tadi malam saya tidur tidak terlalu malam, seperti apa yang dibilang boss ke saya, kurang maksimal jam 10.
Karena tidak tahan akhirnya saya rebahan sebentar, tapi akhirnya malah kebablasan. Ketika sedang ketiduran saya dibangunkan oleh bayu, diajak mas Ridwan ke toko seperti cafe tapi hanya menyediakan minuman sepertinya, yang tempatnya persis di sebelah Excellent. Di situ kami dinasehati oleh mas Ridwan mengenai sikap kami selama PKL di  Excellent selama 1 bulan ini. Disitulah saya baru mengetahui kesalahan-kesalahan besar saya yang mungkin membuat saya akan dikeluarkan jika terus seperti itu.
Bulan selanjutnya saya berniat untuk lebih baik lagi dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Saya PKL di Excellent membawa nama baik sekolah saya dan lagi saya sudah dipercaya oleh guru saya untuk PKL di tempat yang bagus. Saya tidak tahu mau bilang apa sama guru saya kalau saya sampai dikeluarkan dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *