Hari Ke-19 PKL: Sebuah Perjuangan

Hari ini Kamis 30 Januari 2020 adalah hari ke-19 saya PKL di Excellent. Tidak terasa sudah 1 bulan saya meninggalkan kampung tempat asal saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya pergi jauh dari rumah, sendiri dan lama. Sebenarnya saya tidak enak jika tinggal di rumah kakak saya yang sudah berkeluarga, tapi mau bagaimana lagi.

Terlepas dari itu, hari ini saya hari ini berangkat jam 7 tepat. Di sepanjang jalan tidak ada sesuatu yang menarik. Ada sih suatu kejadian di perlintasan kereta api, karena saking macetnya mungkin pengendara lain jadi sedikit emosional dan sempat terjadi adu mulut, tapi saya tidak terlalu nggagas, yang penting saya tidak terkena imbasnya, hehe.
Setiap hari memang hampir selalu macet, saya merasa ada yang salah di situ, pengendara motornya. Saya tidak menyalahkan pengendara motornya lo yaa, karena saya juga naik motor untuk ke kantor, hanya merasa kalau ada yang salah. Semua jalur dipenuhi ketika portal menutup, dan ketika portal terbuka, semua maju dan akhirnya di tengah-tengah bertemu dengan arah yang sebaliknya, jadi yaa dari belakang terus mendesak sedangkan yang didepan tidak bisa lewat. Dan yang lewat tidak hanya motor saja, mobil bahkan truk juga ada. Menurut saya itu penyebab macetnya, mungkin kalau dikasih pembatas antara jalurnya akan lebih lancar, “mungkin”.
Setelah sampai kantor saya hanya melakukan rutinitas saya. Tidak ada sesuatu yang aneh menurut saya, sudah tidak asing lagi bagi saya. Pertama datang ke markas Excellent memang sangat asing bagi saya. 
Setelah mbak Ami dan mbak Fitra datang, saya langsung kedalam dan langsung mengecek laptop saya. Ada email dari  pak boss, dia bertanya tentang masalah apa yang kemarin saya laporkan, dan juga bertanya kok tidak ada link dari artikel harian saya. Ternyata saya lupa untuk menuliskan linknya kemarin. Hmmmm, dasar pelupaa.
Saya meminta maaf sama boss dan langsung mengirim link artikel saya kemarin dan juga mengkonfirmasi masalah yang saya kemarin pada saat belajar. 
Kali ini saya akan menyelesaikan masalah yang saya temui kemarin dan langsung membuat artikel tutorial. Hari ini pak boss datang, saya agak sedikit kikuk ketika pak boss datang, karena takut dimarahi mengenai persoalan saya lupa menuliskan link saya kemarin. Ketika briefing pun begitu, saya berharap masalah itu tidak dibahas oleh pak boss. 
Briefing hari ini pak boss membahas banyak hal. Hampir setiap kali briefing, pak bos selalu membahas tentang kesehatan. Ya pak boss memang sangat memperhatikan masalah kesehatannya dan juga orang lain. Sampai briefing selesai, untung saja pak boss tidak membahas masalah tadi pagi😅.

Langsung saja saya melanjutkan untuk mencari solusi untuk masalah saya. Saya kira ada dua kemungkinan script yang di execute error, yaitu salah dalam penulisan atau salah format penulisannya. Setelah saya otak-atik akhirnya bisa juga, dan ternyata benar hanya salah dalam format penulisannya. Saya selesai itu ternyata sudah waktunya untuk istirahat makan siang.

Saya istirahat sebentar sebelum makan, untuk mengistirahatkan mata saya yang lelah karena terlalu lama melihat monitor laptop. Aneh rasanya, padahal kalau saya melihat film yang berjam-jam di hp tidak terlalu lelah mata saya. Tapi giliran untuk mendelengi layar laptop sekitar 2 jam dan memakai metode pomodoro yang ada interval waktu 5 menit untuk istirahat malah sangat terasa sangat capek mata saya.

Kurang lebih 15 menit saya istirahat, saya keatas mengambil nasi untuk makan siang hari ini saya membawa lauk dari rumah. setelah selesai makan pak boss turun untuk mengambil air minum kalau tidak salah, tapi malah tertahan dibawah untuk mengobrol. Obrolan ini berawal dari obrolan mbak Alifa dan mbak…. saya lupa namanya😅, intinya mereka membahas tentang peraturan kuliah yang baru, yaitu 3 semester untuk diluar, maksudnya mungkin untuk mengenal dunia kerja. Tau-tau pak boss langsung nyamber dan menghubungkan masalah ini dengan PKL siswa SMK yang menurutnya 3 bulan itu kurang.

Obrolan pun berlanjut, pak boss menceritakan tentang pertama dia membeli rumah yang katanya harganya 250jt, dan rumah itulah markas pertama Excellent. Dia juga menjelaskan bagaimana pak boss mengurus semuanya sendirian, dan sampai tepar katanya. Berlanjut lagi dengan pengalaman boss pada saat menginap di hotel bali apa gitu namanya, yang katanya tempatnya sangat tidak nyaman untuk menginap. Memang perjuangan keras itu selalu ada di dalam terciptanya sebuah usaha yang sukses.

Tak terasa sudah jam 1.15, saya sangat suka mendengarkan orang bercerita jadi sampai ikutan lupa waktu. Setelah pak boss sudah selesai bercerita, saya langsung membuat artikel tutorial tentang Loops, yang sudah saya temukan letak errornya dimana.

Karena mungkin sangat mengantuk, saya tidak bisa fokus untuk membuatnya. Saya mau buat kopi, tapi tidak tahu tempatnya dimana, jadi saya menahan ngantuk hanya dengan sebotol air putih. Sampai sekitar jam 3 mas Andes meminta bantuan saya untuk membawakan paket yang isinya buku ke atas. Setelah sampai diatas paket itu langsung dibuka dan di tata di dalam laci. Saya kira tempat duduk yang ada di dekat tembok itu hanya tempat duduk biasa, tapi ternyata ada laci dibawahnya.

Laci di ruang training itu sudah penuh semua, tapi masih ada sisa buku yang belum ditata. saya disuruh untuk meletakkan buku-buku itu ke dalam lemari berwarna hijau yang ada di bawah tangga. Setelah itu saya kembali duduk di tempat saya

Tidak lama setelah itu, saya dipanggil mbak Ami untuk mengantarkan dokumen ke JNE. Saya iyakan saja tugas itu dan langsung berangkat menuju JNE. Kata mbak Ami bayarnya besok saja, saya sedikit takut untuk ngomong sama petugas JNEnya, takut dimarahi. Tapi Kelihatannya sudah biasa seperti itu.

Setelah mengantar dokumen-dokumen itu, saya melanjutkan menyelesaikan artikel yang hampir selesai. Jam 4 baru selesai artikel itu, saya tidak terlalu mengantuk setelah disuruh bekerja tadi. Jadi lebih bisa fokus untuk menulisnya.

Karena tidak memungkinkan untuk menulis artikel harian saya memutuskan untuk menulisnya dirumah. 

4 comments

  1. "memakai metode pomodoro yang ada interval waktu 5 menit untuk istirahat malah sangat terasa sangat capek mata saya." Mungkin mimin sangat jarang mengedipkan mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *