Tutor Linux: Part 1 Environment Variable, Inode, Links

Kembali lagi dengan blog saya. Kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial tentang linux. Materi ini saya dapat dari mengikuti kursus gratis dari geek university, yaitu web yang menyediakan kursus komputer gratis. Oke  langsung saja ke materinya… 

Environment Variable

Yang pertama adalah Environment variable yaitu seperangkat nilai yang memiliki nama dan bersifat dinamis, nilai tersebut disimpan dalam sistem yang digunakan oleh aplikasi yang berjalan didalam shells atau subshells. Dengan kata sederhana, environment variable adalah sejumlah variabel dengan nama dan nilai terkait.
Untuk melihatnya ketikkan saja env lalu enter, akan moncul secara otomatis environment variable yang sedang berjalan.



Environment variable juga bisa diatur secara manual, caranya dengan menggunakan tanda sama dengan (=). Jika kalian ingin variable itu tersedia untuk program yang kalian jalankan dari shell, gunakan perintah export

Dalam contoh diatas, saya menetapkan nilai ke variable VAR1. Untuk lebih singkatnya kalian dapat menggabungkan dua perintah ini sekalikus mejadi export VAR1=contoh
Untuk menampilkan apa yang ada di dalam VAR1 gunakan perintah echo dan diikuti dengan variable yang ingin ditampilkan ditambahkan dengan tanda dolar ($)

Mengatur environment variable hanya berlaku di shell yang digunakan untuk mengaturnya saja, jika kalian membuka terminal baru, maka variable VAR1 tidak akan ditetapkan

Kalian juga bisa menghapus variable dengan menggunakan perintah unset dengan cara mengetikkan perintah tersebut diikuti dengan nama variable yang akan dihapus tanpa tanda $

Berikut merupakan daftar  Environment Variable yang umum ada di linux:
·         USER – nama pengguna kalian saat ini
·         SHELL – path ke shell perintah saat ini (missal, /bin/bash)
·         PWD – direktori yang bekerja saat ini
·         HOSTNAME – nama host dari komputer
·         HOME – direktori home kalian
·         MAIL – lokasi spool mail pengguna. Biasanya /var/spool/mail/USER
·         LANG – bahasamu saat ini
·         TZ – zona waktu kalian
·         PS1 – promt default di bash
·         TERM – jenis terminal saat ini(misalnya, xterm)
·         DISPLAY – tampilan yang digunakan oleh X. Variable ini biasanya diatur ke: 0,0, yang berarti tampilan pertama pada komputer saat ini
·         HISTFILESIZE – jumlah maksimum baris yang terkandung dalam file histori
·         EDITOR – editor teks yang disukai pengguna
·         MANPATH – daftar direktori untuk mencari halaman buku panduan
·         OSTYPE – jenis system operasi

   Inode

Yang kedua Inode, yaitu struktur data yang menyimpan berbagai informasi tentang file di Linux, seperti mode akses (baca, tulis, jalankan izin), kepemilikan, tipe file, ukuran file, grup, jumlah tautan, dll. Setiap inode diidentifikasi. dengan angka integer. Inode dibust ketika file dibuat.
Beberapa file system (terutama ext3) membuat semua inode ketika file system itu dibuat. Ini berarti memungkinkan untuk kehabisan penyimpanan karena semua inode digunakan,  walaupun masih ada ruang yang tersedia di disk. System file lain (seperti xfs) membuat inode ketika dibutuhkan.
Kalian bisa menampilkan nomor inode file  menggunakan perintah ls -il

Angka pertama di sebelah kiri mewakili nomor inode file.

   Links

Yang terakhir Links. Links digunakan untuk mempermudah mengakses file tertentu, untuk member perinah banyak nama, untuk memungkinkan program mencari program yang sama di lokasi yang berbeda untuk mengakses file yang sama. Links di linux memiliki tujuan yang sama dengan cara pintas di windows.
Links dibuat dengan menggunakan perintah ln. Ada dua jenis links di linux:
a)      Hard link – arahkan ke data pada harddisk dan bagikan nomor inode yang sama
b)      Soft link (simbolik) –  tipe khusus file yang menunjuk ke file lain didalam harddisk. Berbeda dengan hard link, soft link tidak membagikan nomor inode yang ama.
Secara default perintah ln digunakan unuk membuat hard link, unuk membuat soft link perlu menambahkan opsi  –s.
Contoh untuk pembuatan hardlink

Contoh untuk pembuatan softlink

Pada gambar diatas saya membuat softlink folder download ke dalam desktop, lalu akan muncul folder download di desktop karena sudah dibuat linknya.

Cukup sekian untuk tutorial linux kali ini, selamat mencoba and good luck…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *